"Iya ELT itu kan yang tadi frekuensinya 121,5/243 Mhz sama itu. Sinyalnya tidak dipantulkan ke satelit. Makanya kenapa tidak memancarkan sinyal," jelas Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo.
Hal itu disampaikan Daryatmo dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (14/5/2012).
"Yang bisa (dipancarkan ke satelit) itu frekuensi 406 MhZ. Tapi saya yakinkan ini ELT, alat ELT ini (di Sukhoi Superjet 100) memang didesain bukan untuk yang bisa dideteksi satelit. Itu sistem lama yang mengeluarkan sinyal kemudian kita homing," jelas Daryatmo.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar