"Sebetulnya, sekolah hanya mengundang orang tua murid untuk mengambil surat pengumuman kelulusan. Akan tetapi, jika ada siswa yang ikut mendampingi orang tuanya diwajibkan memakai pakaian batik," kata Kepala SMA Negeri 2 Kudus, M Zainuri, di Kudus, Jumat.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk menghindari kemungkinan adanya siswa yang berencana melakukan coret-coret baju seragam sekolah atas kelulusannya. "Secara tegas, sekolah melarang siswa melakukan coret-coret baju seragam sekolah. Jika ada siswa yang melanggar, ijazahnya akan ditahan," ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga berencana memberikan pengumuman kelulusan UN pada sore hari, yakni sekitar pukul 16.15 WIB. Dengan sejumlah upaya tersebut, diharapkan tidak ada siswa yang terprovokasi melakukan aksi coret-coret baju seragam sekolah.
"Jika baju seragamnya tidak dimanfaatkan lagi, lebih baik disumbangkan kepada orang yang membutuhkan," ujarnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar