"Jika itu uang asli, nominalnya mencapai Rp 98,2 juta," kata Juru Bicara Bank Indonesia Yogyakarta Fadhil Nugroho, Rabu 9 Mei 2012.
Padahal selama satu tahun di 2011 hanya tercatat 432 lembar yang jika uang asli dinominal mecapai Rp 341 ribu saja. Namun, karena uang itu palsu maka tidak bisa dinominalkan.
Dari total 997 lembar uang palsu ini, sebanyak 972 merupakan pecahan Rp100 ribuan, 21 lembar Rp 50 ribu, 26 lembar pecahan Rp20 ribu dan 2 lembar pecahan 10 ribu. Nominal besar Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu masih menjadi incaran pemalsuan.
Khusus untuk uang yang bergambar Ipin dan Upin, tokoh kartun Malaysia itu sebenarnya jelas palsu. Namun, karena untuk transaksi maka pembuat dan pengedarnya juga harus berurusan dengan polisi. “Karena dipakai untuk transaksi, maka masuk kategori sebagai uang palsu,” kata Fadhil.
Kepala Unit Operasional Kas Bank Indonesia Yogyakarta Suyatno menyatakan, maysarakat harus lebih jeli dalam menerima uang tunai. Uang harus dikenali, dengan dilihat, diraba dan diterawang.
Ditambahkan, ada juga uang lembaran Rp 100 ribuan yang belum dipotong sebanyak empat uang tetapi menjadi satu lembar. Uang itu resmi terbitan Bank Indonesia yang dijual Rp 1 juta per lembar. "Biasanya untuk suvenir, itu asli," kata dia.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar