Fraksi oposisi Ukraina yang pro-Barat ingin mengeluarkan Ukraina dari bayang-bayang Rusia. Sementara itu, para anggota parlemen yang berasal dari kubu Presiden Viktor Yanukovych justru mendukung penggunaan bahasa Rusia. Ketidaksepakatan itu menciptakan perkelahian di kantor parlemen dan satu orang politisi dari fraksi oposisi, Mykola Petruk, terluka di bagian kepalanya. Hingga saat ini, fraksi oposisi pun mendesak Pemerintah Ukraina segera menyelidiki bentrokan itu.
Kubu politisi di Ukraina terpecah menjadi dua, mereka yang pro-Rusia dan yang pro-Barat. Para politisi pro-Barat di Ukraina kurang setuju bila negaranya menggunakan bahasa Rusia dan memilih untuk bergabung dengan organisasi yang diprakarsai negara Eropa Barat.
Para pembuat kebijakan di Ukraina memang sering mengalami bentrokan. Pada Desember 2010 lalu, enam orang anggota parlemen terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terluka akibat berkelahi. Kubu Yanukovych melempar kursi dan meninju pejabat fraksi oposisi yang memblokir rancangan undang-undang yang mereka ajukan. Demikian, seperti diberitakan Associated Press, Jumat (25/5/2012).
Pada April 2010, Ketua Parlemen Ukraina terpaksa berlindung di balik payung, saat fraksi oposisi melemparinya dengan telur dan bom asap. Sikap itu ditujukan oleh fraksi oposisi, karena mereka menolak perjanjian kerja sama militer antara Ukraina dan Rusia.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar