.

Inilah Alasan Mengapa Black Box Sukhoi Tak Diserahkan ke Rusia

Rabu, Mei 16, 2012


Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Jurnaldunia.com - Pemerintah Indonesia bersikeras tidak mau menyerahkan kotak hitam (black box) Pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Rusia. Di sisi lain, Rusia selaku pihak pemilik pesawat, merasa lebih berhak atas black box tersebut.

Menyikapi perbedaan ini, anggota Komisi Perhubungan DPR Marwan Ja’far angkat suara. Dia menegaskan sikap pemerintah sudah benar. Menurut dia, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) lebih berwenang atas black box ketimbang Rusia.

“Sandarannya, UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, Bab XVI Investigasi dan Penyelidikan Lanjutan Kecelakaan Pesawat Udara,” ujar Marwan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/5/2012).

Menurut Marwan, Pasal 357 Ayat 1 UU Penerbangan menyebutkan: Pemerintah melakukan investigasi dan penyelidikan lanjutan mengenai penyebab setiap kecelakaan dan kejadian serius pesawat udara sipil yang terjadi di wilayah Republik Indonesia.

Ayat 2 menyebutkan: Pelaksanaan investigasi dan penyelidikan lanjutan sebagaimana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh komite nasional yang dibentuk dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Pasal 358 ayat 3 menyebutkan: Rancangan laporan akhir investigasi harus dikirim kepada Negara tempat pesawat didaftarkan, negara tempat badan usaha angkutan udara, negara perancang pesawat, dan negara pembuat pesawat untuk mendapatkan tanggapan.

“Berdasarkan pasal-pasal itu, maka KNKT yang lebih berhak menyelidiki isi black box, sementara peran pihak Rusia sebagai produsen pesawat bersifat mengikuti dan menunggu hasil laporan KNKT,” tegasnya.

Pada Rabu pekan lalu, Pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang kontak saat melakukan demonstrasi penerbangan (joy flight) di kawasan Gunung Salak. Sebanyak 45 orang ikut dalam penerbangan yang dipimpin pilot Aleksandr Yablontsev itu.

Belakangan, pesawat produksi Rusia tersebut diketahui menabrak tebing Gunung yang konon disebut-sebut sebagai tempat persemayaman para raja dan bala tentara Pajajaran.

Baru tadi malam, tim SAR berhasil menemukan benda yang diduga kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100. Black Box ditemukan anggota Kopassus, Letnan Taufik yang turut dalam pencarian.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya Daryatmo, mengatakan kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 terdiri dari Cocpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). Namun yang ditemukan tim SAR baru CVR.

"Adapun yang lain belum ditemukan. Saya minta untuk melanjutkan pencarian (FDR) sekaligus melanjutkan operasi evakuasi," kata Daryatmo di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation