Air yang dikirimkan lewat helikopter hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang turun ke tebing Manik, lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100.
Tentu saja hal tersebut membuat Tim SAR Gabungan banyak mengalami dehidrasi.
"Air harus diirit-irit karena tidak ada mata air di sini," kata seorang relawan dari Pramuka Cianjur, Reza, Senin (14/5/2012).
Bahkan untuk buang air besar pun Tim SAR Gabungan hanya menggunakan tisu atau dedaunan yang ada di sekitarnya.
Untuk air minum, orang-orang yang berada di lokasi evakuasi Puncak Salak Satu saling berbagi.
Hal tersebut menjadi ladang penghasilan buat masyarakat yang ada di sekitar Gunung Salak, mereka rela ke atas puncak Salak Satu untuk menjual minuman mineral.
Namun, tentu saja harganya berbeda. Mereka menjualnya dengan harga tiga kali lipat dari harga normal.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar