Dilaporkan laman Mirrorfootball, jatuhnya penghargaan kepada Kompany dinilai bukan sebuah kesalahan. Bila mengacu pada peran dan performa pemain timnas Belgia itu sepanjang musim ini, gelar pemain terbaik panas disematkan ekepada gelandang bertahan 26 tahun tersebut.
Peran Kompany ketika City dua kali mempecundangi Manchester United musim ini sangat vital. Karena perannya di lini tengah the Citizen berhasil mencukur the Red Devils 6-1 di Old Trafford dan menjungkal MU 1-0 di Etihad Stadium. Dua kemenangan itu menjadi kredit tersendiri bagi mantan pemain Hamburger SV itu.
Posisi sebenarnya Kompany adalah gelandang bertahan, tapi ia kerap dimainkan sebagai bek sentral oleh pelatih Roberto Mancini. Perubahan posisi itu membuat lini belakang City paling solid musim ini. The Citizen mencatatkan rekor 17 kali clean sheet dan menjadi lini pertahanan paling kukuh di Liga Primer. Hal itu membuat City unggul selisih delapan gol atas MU dengan poin sama. Apapun hasil yang diraih MU, kalau menang di laga terakhir maka untuk pertama kalinya mereka juara Liga Primer sejak 1968.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar