"Ada banyak masalah dalam hal pencitraan soal museum di Indonesia," tutur Pitana dalam diskusi di Gedung Bali Tourism Board (BTB) di Denpasar, Selasa (15/5/2012).
Berdasarkan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Kebudayaan selama ini, Pitana menyampaikan ada beberapa alasan dan sebab orang Indonesia jarang berkunjung ke museum. Inilah empat penyebabnya, pertama, yaitu banyak orang salah paham bahwa museum adalah tempat menaruh barang-barang kuno, berdebu, dan hanya diminati kalangan tua.
Kedua, museum itu banyak didesign secara seram, menakutkan, penuh hantu dan sebagainya. Ketiga, penjaga museum hanya mempunyai perspektif konservasi dan preservasi. Mereka hanya berhenti pada konservasi, tetapi jangan disentuh, jangan difoto dan sebagainya. Aspek edukasi sangat nihil. Dan yang keempat, museum belum menjadi wahana pembelajaran kecintaan terhadap bangsa.
"Inilah image yang salah. Semestinya perlu mengembangkan fungsi edukasi, konservasi, nasional building dan rekreasi," tegas Pitana.
Menurut dia, rata-rata seumur hidup warga Indonesia hanya mengunjungi museum maksimal dua kali. Dua kali kunjungan yang dimaksud adalah pertama pada saat masih kecil karena diwajibkan sekolahnya dan pada saat dia sudah mempunyai anak karena hanya ingin mengantarkan anaknya.
Dari data tersebut dapat diketahui jika minat orang Indonesia dalam mengunjungi museum sangat rendah. Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat yang ada di Eropa dan Amerika yang menganggap museum sebagai primadona tempat kunjungan.
Pitana menambahkan, pada 2011, contohnya, hanya 35 ribu orang wisatawan ke Bali dan yang masuk ke museum dari total seluruh jumlah wisatawan yakni sekitar tiga juta orang. Dari 35 ribu orang tersebut, hampir 99% orang asing dan hanya sedikit orang lokal di Indonesia yang berminat masuk museum.
Tahun 2011 sudah terdata ada 275 museum di Indonesia dan dari jumlah tersebut sebanyak 80% tidak layak dikunjungi. Pitana menyampaikan bahwa perlu melakukan image recovery yang efektif karena masih ada paradigma konservasi dalam arti sempit, padahal sebaliknya, perlu melakukan peningkatan fungsi museum yang sebenarnya. Sehingga pemerintah, menurut Pitana, saat ini sedang membiayai beberapa tenaga untuk mengambil program S2 Museulogi.
Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang melakukan recovery baik kualitas dan kuantitas museum di Indonesia. Dari target 150 museum yang akan direvitalisasi, pemerintah sudah melakukan revitalisasi sebanyak 36 museum.
Paradigma revitalisasi tersebut berdasarkan fungsi edukasi, konservasi, national building, serta fungsi rekreasi. Revitalisasi tersebut dilakukan baik museum pemerintahan maupun museum swasta.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar