Namun Jeffrey membantah hal itu sebagai faktor utama jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 saat melakukan joyflight di area Gunung Salak, Bogor, Rabu lalu. Menurut Jeffrey, ada banyak faktor selain minimnya alat yang juga berkontribusi menyebabkan pesawat yang disopiri pilot Alexandr Yablontsev jatuh.
Ia mengatakan, ATC yang tak memiliki alat canggih biasanya mendapat gambaran kondisi wilayah terbang dari pandangan mata pilot, atau biasa disebut “visual”. Dalam kasus Sukhoi, petugas ATC diperkirakan sudah terlebih dulu bertanya pada pilot, apakah visual sudah memungkinkan untuk dilakukan penurunan ketinggian dari 10 ribu ke 6 ribu kaki.
“Kalau mereka (pilot) bilang visual oke, maka dibolehkan turun. Makanya ATC enggak mau disalahkan. Tanggung jawab ada di pilot, karena (minta izin turun ketinggian) itu legal. Dia boleh terbang di bawah minimum ketinggian, jika ada visual (memungkinkan),” kata dia. “ATC kan tidak mampu melihat gunung jika tidak punya alat itu.”
Jeffrey juga memperkirakan petugas ATC dan pilot sebenarnya sepakat menurunkan ketinggian karena didasari alasan rasional. Jika akhirnya terjadi kecelakaan, ia menduga salah satu alasannya karena pilot kurang menguasai medan terbang.
Saat ditemui kemarin, Mulya Abdi, Pelaksana Harian Manajer Umum ATC Bandara Soekarno-Hatta, membenarkan ATC mengizinkan Sukhoi menurunkan ketinggian pada 6 ribu kaki, meski tinggi area Gunung Salak mencapai 7 ribu kaki. Alasannya, kondisi saat itu dinilai aman untuk melakukan manuver.
“Saat Sukhoi meminta izin turun ke 6.000 kaki, pesawat itu berada di kawasan Atang Sanjaya,” kata Mulya. Wilayah itu dinilai aman untuk manuver. Sebab jarak Atang Sanjaya dengan Gunung Salak sekitar 7 mil atau 12 kilometer.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar