"Investigasi akan tetap dilaksanakan, Rusia akan membantu, Indonesia memimpin. Mungkin malam ini pukul 7 tim dari Rusia akan tiba, sekarang dalam perjalanan dari Bangkok ke Jakarta, nanti akan berunding dengan KNKT. Yang menghubungi kami dari Rusia yaitu Mr Alexey Komorov, ketua KNKT Rusia. Tapi yang akan datang deputinya," jelas Ketua KNKT Tatang Kurniadi.
Hal itu disampaikan Tatang dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (10/5/2012) petang.
Selain Indonesia dan Rusia, ada juga Prancis yang terlibat dalam investigasi kecelakaan ini. "Ada yang berkewarganegaraan Prancis, karena mesinnya buatan Prancis," imbuh purnawirawan Angkatan Udara ini.
Pelaksanaan investigasi oleh KNKT, imbuhnya, selalu didasarkan pada 3 azas yang berlaku internasional yaitu no blame, no judicial, no liability. Yaitu investigasi atau penyelidikan kecelakaan untuk mengungkap apa, mengapa dan bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi, menemukan rangkaian penyebab dan faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan serta memperbaiki sistem atau proses yang lemah dan keliru untuk dapat diperbaiki melalui suatu rekomendasi safety kepada semua instansi terkait.
"Jadi murni untuk memperbaiki sistem. Investigasi KNKT tidak bermaksud untuk menentukan/mencari kesalahan seseorang, bukan untuk tujuan memproses kecelakaan tersebut ke pengadilan," jelas Tatang.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar