"Ini evakuasi pertama. Kami di depan bersama marinir. Yang paling depan melihat. Di depan ada saya dan marinir," kata Ridwan Hakim yang sudah tiba di Posko Embrio, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat 11 Mei 2012.
Ridwan termasuk tim yang melihat langsung kondisi puing-puing pesawat dan beberapa jenazah. Kondisi jenazah sangat mengenaskan. Banyak juga jenazah yang mengalami luka bakar. "Lokasinya di tebing, di 2026 mdpl (meter dari permukaan laut)," ujar Ridwan.
Dia menceritakan, di lokasi jatuhnya pesawat berisi 45 orang yang terdiri atas 8 awak Rusia dan 37 penumpang itu terdapat igir-igir atau semacam puncak bukit. Igir-igir itu berada di antara puncak Salak I dan II. Di puncak bukit tadi terdapat slave atau jurang.
"Slave itu ada 400-an meter. Kami harus rappelling (meniti tali), tidak begitu jauh kelihatan dari atas. Kira-kira 10 meter kami menemukan jenazah itu," kata Ridwan yang juga mahasiswa jurusan Kimia UI ini.
Saat ini, sudah ada 12 kantong jenazah yang sudah terisi. Dari jumlah itu, enam kantong jenazah sudah berhasil dibawa ke Puncak Salak I. Di lokasi ini sudah dibangun landasan helikopter atau helipad. Sementara itu, enam kantong jenazah lainnya masih berada di lokasi pesawat jatuh.
"Jenis kelamin, pertama itu wanita dan dua laki-laki. Sisanya belum teridentifikasi," kata Ridwan. Saat ini, semua jenazah belum bisa dibawa ke Jakarta, karena alasan cuaca buruk. Evakuasi hari ini untuk sementara juga dihentikan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar