Juru kunci Gunung Salak, Idim, menegaskan bahwa peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia ini adalah takdir Yang Maha Kuasa. Dia meminta hal ini tidak dikaitkan dengan mitos-mitos di Gunung Salak.
"Ini adalah takdir, kami minta jangan kaitkan keberadaan makam keramat dengan jatuhnya pesawat yang kerap terjadi di wilayah Gunung Salak," kata Idim di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (18/5). Demikian ditulis antara.
Idim menambahkan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan ritual di makam keramat itu. Tujuannya tak lain meminta agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
"Sekarang yang harus dilakukan berdoa dan mengambil hikmah dari peristiwa ini. Karena semua manusia tidak mampu melawan takdir yang sudah direncanakan Tuhan," tegasnya.
Hari ini tim SAR menghentikan pencarian korban Sukhoi Superjet 100. Tim SAR berhasil menemukan 30 jenazah. Dari jumlah itu 15 berhasil diidentifikasi. Sukhoi yang jatuh 9 Mei lalu mengangkut 45 penumpang.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar