.

Melihat Jejak Kelam Sukhoi di Indonesia

Jumat, Mei 11, 2012


Headline
Jurnaldunia.com - Kehadiran pesawat Sukhoi di Indonesia membekaskan jejak kelam karena kasus-kasus yang mengitarinya. Pekan ini, pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di daerah Watu Tapak, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Apa lagi kasus lainnya?

Peristiwa kelabu ini mengingatkan kita pada kejadian September 2010, ketika tiga kru jet tempur Shukoi tewas di Makassar, Senin (13/9/2010) setelah sempat pesta minuman keras sehari sebelum mereka meninggal.

Sat itu, tiga jenazah kru jet tempur Sukhoi asal Rusia itu yakni Alexander Poltorak Meksandre (50), Voronin Sergei (55) dan Korovov Viktor Sapanov, (55) dipulangkan ke tanah air mereka, Jumat (17/9/2010). Jenasah masih bau minuman keras.

Di luar musibah maut itu, publik belum lupa bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat diminta menyelidiki dugaan mark up atau penggelembungan harga sekitar US$ 50 juta atau pengadaan senilai US$470 juta untuk pembelian 6 unit pesawat tempur Sukhoi 30MK2 dari pemerintah Rusia.

Koalisi LSM antikorupsi terdiri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Imparsial, KontraS, IDSPS, Elsam, HRWG dan INFID resmi melaporkan kasus itu ke KPK Selasa (20/3/2012).

Ada indikasi kemahalan, ketidakwajaran, dan kejanggalan harga yang besar atas pembelian enam Sukhoi sebanyak US$50 juta. Waktu itu, peneliti Hukum ICW, Adnan Topan Husodo melaporkan korupsi pembelian Sukhoi di gedung KPK, Selasa (20/3/2012).

Dalam musibah Sukhoi pekan ini, sebanyak 45 penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 sempat diberikan pelayanan terbaik dengan minuman keras. Para pramugari memberikan minuman anggur putih atau sampanye. Orang Rusia punya kebiasaan minum atau mabuk alkohol, meski itu bukan penyebab satu-satunya musibah Sukhoi.

Momen bagi-bagi sampanye ala kru Sukhoi diabadikan dan di-upload di internet oleh Sergey Dolya. Dolya adalah warga Rusia yang mengikuti demo penerbangan Sukhoi Superjet gelombang pertama.
Terlihat pramugari sibuk menyajikan sampanye untuk para penumpang laki-laki. Penumpang tampak sangat menikmati sajian pelayanan prima tersebut.

Sukhoi Superjet 100 hilang kontak saat demo penerbangan kedua pada Rabu (9/5/2012) sore. Bangkai pesawat ditemukan hancur di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2012) pagi.

Dengan melihat jejak-jejak kelam Sukhoi dan krunya itu, masuk akal kalau Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk serius menelusuri kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di daerah Watu Tapak, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Hasil investigasi ini penting untuk bahan pertimbangan pesawat Sukhoi lainnya yang dimiliki Indonesia. KNKT harus segera investigasi penyebab kecelakaan tersebut.

Kejadian ini memang bisa mempengaruhi opini terhadap produk Sukhoi lainnya, misalnya, pesawat tempur yang mau dibeli Kementrian Pertahanan.

Dari petikan kisah kelam di atas, kehadiran Sukhoi sudah memberi konotasi makna yang kurang baik dan untuk itu, sepatutnya perusahaan Sukhoi memperbaiki kredibilitasnya di Indonesia. Kalau tidak, kehadiran pesawat Sukhoi bakal jadi kontroversi. Akibatnya,semua pihak bisa jadi merugi.



(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)


HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation