"Ini semacam pemancar sinyal. Kami sebut ELT (Emergency Locator Transmitter). Itu model lama, tipe 105. Sekarang lazimnya sudah menggunakan tipe 406," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi, Senin (14/5).
Ia menjelaskan, alat pemancar sinyal tersebut terdiri dari tujuh unit. Saat ditemukan, kondisinya terlihat masih relatif baik.
Namun, antara satu unit dengan lainnya sudah tidak terhubung. "Sudah tidak bunyi. Ada dua kemungkinan, karena rusak atau sinyalnya terhalang bukit," ujarnya.
Sebelumnya, alat komunikasi berwarna jingga itu diduga sebagai black box (kotak hitam). Tatang mengkonfirmasi bahwa temuan itu bukanlah black box (kotak hitam) yang dicari.
"Tapi sangat berguna bagi penyelidikan," ungkapnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar