Sambutan ini memang sangat mengherankan, mengingat Aditya sudah hijrah ke Jakarta enam tahun lalu. Dia hanya pulang saat lebaran, atau saat sedang ada peliputan di Malang.
Salah seorang warga, Bambang Sulistiyono (55) mengaku tidak terlalu mengenal Aditya. Bahkan saat Aditya pulang ke Malang, dia juga jarang bertemu. "Saya yakin almarhum orang yang baik. Kalau tidak baik, tidak mungkin sambutan warga seperti ini," kata Bambang.
Kerumunan warga paling banyak berada di depan gang rumah rumah. Beberapa rumah warga terpaksa digunakan menjadi lahan parkir untuk kendaraan wartawan atau orang yang simpati terhadap almarhum.
Bambang mengakui, Aditya pernah menjadi anak 'nakal' sebagaimana remaja lainnya. Tapi Bambang menilai almarhum adalah pribadi yang suka menghadapi tantangan. "Dia ke Jakarta jelas untuk menghadapi tantangan," tambahnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar