Seperti diberitakan oleh situs TechCrunch, beberapa pengguna Facebook melaporkan dirinya telah menjadi "korban" sistem tersebut.Saat hendak menyampaikan sebuah komentar, yang sebenarnya biasa saja dan merupakan diskusi sehat, pengguna itu mendapatkan peringatan dari Facebook. Seperti gambar berikut ini:
Masalahnya, kalimat dalam kotak peringatan itu menggunakan kata-kata "tidak relevan" dan "tidak pantas". Hal ini menyiratkan adanya keberatan Facebook pada kalimat yang disampaikan pengguna.
Ditambah lagi kalimat penutup peringatan itu yang meminta pengguna untuk "berkontribusi secara positif" agar fitur komentarnya tidak terblokir.
Coleen Taylor dari TechCrunch mengatakan, apa yang dianggap "positif" dan "negatif" bisa berbeda-beda tergantung kultur pengguna. Padahal, pengguna Facebook tersebar dari Amerika Serikat, Indonesia hingga belahan dunia lain -- masing-masing dengan standar yang berbeda-beda.
Facebook sendiri mengatakan sistem yang ada merupakan sistem otomatis berdasarkan algoritma peranti lunak. Selain itu, sistem di Facebook juga mempertimbangkan laporan dari pengguna.
"Sistem ini sangat efektif, sehingga pengguna tidak akan pernah mendapat spam. Memang masih ada beberapa komentar yang bukan negatif terblokir, tapi kami akan memperbaiki sistemnya," sebut juru bicara Facebook.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar