.

Studi : Twitter dan Facebook Bikin Bahagia

Rabu, Mei 09, 2012


foto
Jurnaldunia.com - Narsis tak selalu berdampak buruk. Mengungkapkan perasaan atau opini di Twitter dan Facebook atau media sosial lainnya ternyata membuat kita lebih bahagia. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa berbagi tentang kehidupan diri sendiri kepada orang lain bisa membuat Anda merasa lebih senang.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di ‘Proceedings of the National Academy Sciences’ ini mengungkapkan partisipan yang membicarakan dirinya sendiri menunjukkan tanda-tanda aktivitas di area otak yang terhubung dengan nilai dan motivasi, demikian diungkapkan Diana Tamir ketua peneliti seperti dikutip situs HealthDay edisi 7 Mei 2012.

“Hal ini membantu menjelaskan mengapa orang secara obsesif melakukan perilaku ini. Tindakan itu menyebabkan orang tersebut merasa bahagia,” ujar Tamir, mahasiswa pascasarjana di  Social Cognitive and Affective Neuroscience Lab di Harvard University.

Ditambahkan Tamir, para peneliti juga menemukan bahwa area di otak yang diaktifkan oleh kegiatan berbicara tentang diri sendiri juga bertanggung jawab untuk sensasi kecanduan makanan, seks, uang dan obat-obatan terlarang.

Temuan ini bukan sekadar keingintahuan ilmuwan, sambung Tamir, mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan orang untuk membicarakan diri mereka sendiri. Seseorang diestimasikan menghabiskan waktu pidatonya sebanyak 30-40 persen untuk membicarakan diri sendiri.

‘’Pengungkapan diri sendiri, adalah perilaku yang kita lakukan setiap hari. Ketika Anda berbicara kepada orang lain, biasanya mereka kerapkali membicarakan dirinya sendiri,” Tamir. Ia menunjukkan bahwa dalam jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, orang cenderung mem-posting apa yang mereka pikirkan atau perasaan mereka tentang sesuatu. “Ini salah satu bukti, mengapa kami melakukan penelitian ini,” ujar dia.

Dalam penelitian ini, Tamir dan rekan-rekannya melakukan serangkaian eksperimen pada partisipan yang otaknya dipindai saat diperintahkan untuk melakukan berbagai hal.

Para peneliti menemukan pada partisipan tertentu, bagian otaknya terlihat lebih aktif saat membicarakan diri mereka sendiri. Namun mengapa seseorang merasa senang saat berbicara tentang dirinya sendiri? “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin Anda terbuka kepada seseorang, semakin Anda menyukai mereka, dan semakin mereka menyukai Anda. Ini ada kaitannya dengan ikatan sosial,” kata Tamir.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)


HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation