.

Survei: Pasangan Batal Nikah Karena 'Gangguan' Mantan Kekasih

Selasa, Mei 08, 2012


img
Jurnaldunia.com - Dari survei sebelumnya ditemukan fakta bahwa sebanyak 64 persen orang dari 125 responden punya pengalaman gagal menikah. Kami kembali melanjutkan survei dan mencari tahu apa saja penyebab pasangan membatalkan pernikahan.

Berdasarkan survei yang dilakukan di situs jejaring sosial Twitter, 46 persen orang menyatakan membatalkan pernikahan karena masalah perselingkuhan. "Dia punya wanita idaman lain, daripada diteruskan lebih baik pernikahan batal," tulis Sally (bukan nama sebenarnya) di Twitter.

Sementara itu masalah dengan mantan kekasih menduduki alasan kedua paling banyak pasangan membatalkan pernikahan. Sekitar 25 persen responden mengaku tidak jadi menikah karena calon suami/istri mereka balikan atau menjalin hubungan lagi dengan sang mantan.

Perbedaan visi dan misi juga menjadi alasan pasangan gagal menikah, ada 15 persen orang yang menjawabnya. Sedangkan sisa responden lainnya, 14 persen mengaku batal menikah, karena sudah tidak ada lagi kecocokan satu sama lain.

Gagal nikah memang bukan hal yang mudah untuk dihadapi. Butuh waktu yang cukup lama untuk meredakan perasaan sakit hati, malu galau dan terpuruk. Banyak responden yang mengatakan butuh waktu minimal enam bulan untuk mengatasi perasaan sedih mereka.

"Sekitar 6 bulan baru bisa hidup seperti biasa dan setahun setelahnya baru bisa benar-benar melupakannya," tulis Sinta (bukan nama sebenarnya) di Twitter.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)


HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation