Saat itu, seorang yang mengaku dirinya dari pakuncenan Gunung Salak menghampiri Mayor Budi yang lagi berbincang dengan Letkol Shobri.
Ketika orang tersebut meminta supaya makam diberi pagar, baik Mayor Budi maupun Letkol Shobri langsung menggerakkan anak buahnya untuk menuruti apa kata orang yang mengaku dari pakuncenan tersebut.
Saat itu, kabut tebal menyelimuti Puncak Manik setelah makam Mbah Gunung Salak tertimpa logistik sekitar pukul 10.30 WIB. Cuaca yang tidak bersahabat tersebut dilaporkan orang dari Pakuncenan bahwa penghuninya merasa terganggu karena rusaknya kuburan.
Tidak butuh berpikir lama, saat orang dari pakuncenan tersebut menjelaskan, Mayor Budi berjanji akan membangun kembali makam tersebut serta area Puncak Salak satu menjadi lebih bagus setelah usai proses evakuasi.
"Nanti kami (TNI) bekerjasama dengan Kapolres, Pak Dandim, akan membangun kembali tempat ini lebih baik," ungkapnya saat itu kepada pakuncenan.
Memang janji tersebut menjadi sebuah pertanda baik untuk proses evakuasi. Sampai akhir, proses evakuasi berjalan baik, hanya terhambat cuaca mendung dan kabut saja sejak hancurnya makam Mbah Gunung Salak.
Pembangunan Makam Mbah Gunung Salak dan penanaman kembali pohon-pohon di Puncak Manik merupakan program kewilayahan pascaselesainya proses evakuasi korban.
Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri Anton Mukti Putranto saat penutupan evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat akan kembali membangun Puncak Manik.
"Kita akan mengganti tanaman yang sebelumnya ditebang termasuk juga makam yang rusak," ucapnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

1 komentar:
wah,.. bhaya itu
Posting Komentar