.

Tepis Pemuja Setan, Penggemar Lady Gaga Gelar Flash Mob Di Gelora Bung Karno

Rabu, Mei 16, 2012


foto
Jurnaldunia.com - Demi menunjukkan keseriusan little monster Indonesia untuk bertemu Ibunya, mother monster alias Lady Gaga, mereka berencana menggelar flash mob. "Nanti tanggal 27 Mei, kami akan mengadakan flash mob di Gelora Bung Karno. Sekarang masih urus izinnya," ujar pendiri Lady Gaga Indonesia, Anggiat Dumohar Sihombing, ketika dihubungi, Rabu, 16 Mei 2012.

Little monster merupakan sebutan bagi penggemar Lady Gaga. Anggiat yang biasa disapa Giat akan mengajak seluruh little monster bergabung di GBK, baik yang membeli tiket maupun tidak. "Ada juga komunitas dance yang memastikan ikut," kata mahasiswa Sampoerna School of Bussiness ini.

Flash mob atau menari serentak ini menjadi ajang promosi bahwa little monster bukanlah pemuja setan. "Pikiran kami rasional dan kami bisa bergerak bersama-sama. Kami hanya pecinta musik Lady Gaga," ujar Giat. Sehingga masyarakat bisa melihat little monster Indonesia adalah masyarakat biasa.

Menurut pria 18 tahun itu, kedatangan Lady Gaga ke Indonesia sudah banyak penyesuaian. "Dia pakai kostum beda, kok. Kenapa kebebasan berekspresinya dibatasi?" Giat menambahkan. Pihak-pihak yang melarang konser pelantun Bad Romance itu adalah orang yang menghambat kebebasan berekspresi dengan melarang orang berkumpul dan menikmati musik.

Kalau secara jumlah, kata Giat, orang yang melarang konser dengan pembeli tiket tidak berimbang. "Ada 52 ribu orang yang kebebasan berekspresinya dilanggar. Kenapa para pelarang tidak melihat dulu sebelum melarangnya," ujar dia. "Bagaimana mereka tahu kalau belum pernah datang ke konsernya."

Sebagai wakil resmi little monster Indonesia sejak April 2012, Giat berharap polisi mendukung  mereka. Sebab, Lady Gaga dan little monster tidak menganggu dan tidak mengambil hak orang lain.

Isu pembatalan konser Lady Gaga Indonesia menyeruak sejak Selasa lalu. Penyebabnya polisi kemarin sudah mengeluarkan rekomendasi pembatalan konsernya. Alasan utama bahwa promotor harus membatalkan konser ini berkaitan dengan faktor sosial budaya.

"Jakarta, kan, terdiri dari banyak unsur budaya. Lady Gaga kebetulan perilakunya tidak sesuai dengan budaya kita," ujar juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation