Memang, di Puncak Manik ada sebuah makam Raden K H Moh Hasan Bin R KH Bahyudin Praja Kusumah atau yang dikenal dengan Embah Gunung Salak.
Konon kabarnya, makam tersebut tidak boleh dilangkahi. "Jangankan pesawat, katanya burung yang terbang di atas pun jatuh. Jadi tidak mau di langkahi," ucap Engkus warga Cipelang, Bogor, Selasa (15/5/2012).
Menurutnya, entah kenapa seperti ada magnitnya saja di sekitar makam tersebut. Selain itu, di Gunung Salak pun tidak boleh berkata aneh-aneh, bila tidak pasti akan tersesat.
Ia bercerita, bahwa sebelumnya ada warga di daerahnya yang hendak berziarah ke makam tersebut, tetapi karena ada perkataan yang tidak layak, akhirnya ia hilang. "Masyarakat pun pada mencarinya dan satu bulan kemudian baru ditemukan dengan tubuh gemetaran," ungkapnya.
Selain itu, ada sebuah hal yang mungkin sedikit menguak misteri Gunung Salak, menurut Engkus bila kita lagi kebetulan kita bisa melihat salak yang begitu besar.
"Lamun keur kawenehan mah bisa manggih salak gede, moal kaangkat ku lima urang oge (Kalau lagi kebetulan bisa melihat salak yang besar, tidak akan mampu terangkat oleh lima orang pun)," kata warga asli Cipelang ini.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar