Hal itu dijelaskan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti, di kantornya, Kamis (10/5/2012).
Herry menjelaskan, pesawat SSJ 100 berangkat pada pukul 14.21 WIB, dari Bandara Halim PerdanaKusuma menuju Bogor. Namun, pada pukul 14.33 WIB, pesawat kehilangan kontak.
"Kami tunggu, diperkirakan fuel (bahan bakar) yang ada bisa terbang empat jam. Ternyata, setelah itu tidak ada berita, dan dinyatakan hilang, karena fuel-nya sudah habis," ujar Herry.
Tujuan penerbangan Sukhoi adalah untuk promosi di Indonesia. Promosi dilakukan di sejumlah negara di Asia. Pihak Kementerian Perhubungan juga menerima undangan joy flight berujung maut tersebut.
"Ini pesawat asing, izin sudah keluar dari Kemenlu, TNI, dan Kemenhub Dirjen Udara, untuk demo flight," papar Herry.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

4 komentar:
Wartawannya GUOBLOK.... gak ngerti bahasa indonesia ...
bodo,knpa ndk ngisi bensin dulu :p
hahahaha bodoh :D
ga usah ketawa mas ini musibah kebayang klo kalian smwa yg ada disitu bisa apaa?mau ketawa jg atau mau cari tkng bensin?
aneh bukannya berkabung.
iyap betul sekali.. jng mencari" cari kesalahan orang lain, yang perlu kita ketahui, itu adalah kehendak Tuhan yang dimana kita tidak pernah mengetahui kapan kita akan kembali kesisiNya.. begitu pula dengan CaraNya yang seperti apa..
semoga saudara" kita yang telah tiada ditempatkan ditempat yang paling indah di sisi Allah S.W.T (ammin)
Posting Komentar