Daryatmo mengatakan, jika alat itu berfungsi, tentunya kondisi terakhir pesawat setalah terjadinya crash air dapat diketahui, dan pencarian akan lebih mudah. Pihak Basarnas juga telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak yang memiliki sistem penangkap sinyal, namun tak juga menemukan hasil.
"Artinya, kalau memang ELT pada pesawat berfungsi, dan sistem penerima kami yang tidak baik, maka sistem penerima dari negara tetangga kita bisa menangkapnya. Nyatanya mereka juga tidak," ujar Daryatmo.
Pesawat dengan nomor penerbangan RA 36801 tersebut diketahui hilang kontak dari menara pengawas pada pukul 14.33 WIB. Saat itu, diketahui terdapat 50 orang penumpang yang berada dalam pesawat yang terdiri dari 44 orang sipil, sementara 8 orang merupakan awak pesawat.
Pesawat yang didatangkan oleh PT Trimarga Rekatama tersebut melakukan demo flight dengan mengundang sekitar 100 undangan yang terdiri dari pebisnis yang bergerak di bidang penerbangan dan media masa. Hingga kini, Kementerian Perhubungan dan sejumlah pihak terkait seperti Basarnas, TNI AD, TNI AU dan Polisi tengah melakukan pencarian pesawat nahas tersebut.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar