Lauren mengaku atasannya adalah seorang penganut Yahudi Ortodoks yang kerap menegurnya karena pakaian yang dikenakan Lauren selalu menampakkan ukuran payudara Lauren yang besar.
"Kita seharusnya tidak dihakimi oleh ukuran payudara atau bentuk tubuh kita," kata Lauren, seperti yang dikutip dari Reuters (22/05).
Pengacara Lauren pun mengajukan keluhan diskriminasi gender atas kliennya pada U.S. Equal Employment Opportunity Commission di New York. Sebab pada dasarnya Lauren menganggap selama ini pakaiannya tidak terlalu seronok dan sudah sesuai dengan tempatnya bekerja. Lauren juga menuturkan pada akhir April lalu ia sempat diminta menutupi pakaiannya dengan baju handuk mandi agar kedua payudara miliknya tampak lebih kecil.
"Semua pengalaman ini membuatku geram. Aku mencintai fashion dan akan selalu menyukainya sampai nanti, tetapi aku tidak percaya bahwa aku bisa diperlakukan seperti ini," tutur Lauren kesal.
Lauren sendiri bertugas mengentri data dan mengkoordinasikan pengiriman sampel barang ke pelanggan. Ia sempat setuju untuk membeli sweater demi menutup pakaiannya yang dinilai vulgar, namun pada akhirnya ia dipecat juga.
Sementara itu, karyawan lain dari perusahaan Lauren belum memberikan komentar atas klaim yang diberikan oleh wanita malang ini.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar