1. Mitos: menyusui akan membuat payudara kendur
Fakta: menyusui memang akan mengubah bentuk payudara. Namun para ahli menyatakan bahwa menyusui memberikan efek yang sangat kecil pada bentuk payudara jika dibandingkan dengan usia, berat badan, dan gravitasi.
2. Mitos: Hanya beberapa ibu yang merasakan rangsangan seksual ketika menyusui
Fakta: Tak hanya sebagian, hampir semua ibu akan merasakan rangsangan seksual ketika menyusui. Hal ini wajar dan bukan merupakan hal yang tabu. Ketika ibu menyusui, tubuhnya akan mengeluarkan hormon oxytocin, hormon yang sama dengan yang dikeluarkan tubuh saat mengalami orgasme.
3. Mitos: Stres akan mempengaruhi jumlah air susu ibu
Fakta: Stres tak bisa mempengaruhi jumlah air susu. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa saat menyusui wanita akan mengeluarkan hormon oxytocin. Ini akan membuat ibu menjadi santai dan air susu bisa keluar dengan lancar. Stres hanya akan menghambat keluarnya air susu karena hormon oxytocin Anda berkurang, namun tak mempengaruhi jumlah air susu yang Anda hasilkan.
4. Mitos: Jarang menyusui anak akan membuat air susu kering
Fakta: Secara teknis, kelenjar air susu akan memproduksi air susu dalam jumlah yang dibutuhkan oleh anak. Jika ibu menyusui anak secara teratur, maka jumlah air susu akan semakin besar. Ini sama dengan bayi yang jarang disusui. Saat mulai besar, bayi mulai membutuhkan tambahan suplai air susu melalui susu kaleng dan makanan, ini mungkin membuat para ibu mengira air susu mereka berkurang.
5. Mitos: Susu formula lebih baik dari air susu ibu karena mengandung lebih banyak nutrisi
Fakta: Bahkan jika ibu memberikan susu formula terbaik bagi bayi, susu tersebut tidak mengandung zat antibodi, sel hidup, enzim, dan hormon. Susu formula mengandung lebih banyak alumunium, mangan, dan zat besi daripada air susu ibu. Bayi memiliki kebutuhannya masih-masing, sementara air susu ibu dan formula memiliki keunggulannya sendiri-sendiri. Biasanya dokter akan menyarankan kombinasi dua jenis susu ini untuk bayi.
6. Mitos: Ibu harus menjaga makanan yang dikonsumsi dan banyak minum.
Fakta: Para ibu membutuhkan diet seimbang, artinya jangan terlalu banyak minum air dan jangan menghindari makanan secara berlebihan. Setiap wanita membutuhkan nutrisi yang berbeda untuk dipenuhi. Jangan percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa ibu harus mengonsumsi makanan untuk dua orang. Makan sesuai dengan porsi yang dianjurkan. Begitu juga dengan cairan yang harus diminum setiap hari.
7. Mitos: Ibu harus berhenti menyusui ketika merasa sakit
Fakta: Sebelum tanda-tanda penyakit muncul, pasti ibu sudah menularkan penyakit itu pada anak. Untuk itu, jangan berhenti menyusui anak. Bahkan jika anak mengalami diare atau mulai terlihat sakit, sebaiknya ibu tidak menghentikan menyusui. Air susu juga bisa memberikan anak antibodi yang dibutuhkannya.
Fakta di atas membongkar mitos yang kebanyakan masih dipercayai oleh para ibu. Ini akan memberikan pertimbangan yang lebih baik bagi ibu untuk menentukan pilihan antara menyusui anak mereka atau tidak.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar