.

Benarkah Tanaman Bisa "Mendengar"?

Minggu, Juni 17, 2012


foto
Jurnaldunia.com - Apakah tanaman dapat mendengar seperti halnya manusia dan hewan? Pertanyaan ini sampai sekarang masih menjadi teka-teki, bahkan di kalangan para ilmuwan. Kemampuan komunikasi tanaman adalah salah satu misteri terbesar yang belum banyak terkuak dalam dunia ilmu pengetahuan.

Tanaman dikenal memiliki sejumlah indera. Mereka dapat "mencium bau" bahan kimia di udara dan "merasakan" apa yang ada di dalam tanah. Tanaman juga dapat merasakan perubahan lingkungan pada kadar ringan serta merespons cahaya. Bahkan tanaman memiliki indera sentuhan yang mampu mendeteksi hentakan dari angin kencang.

Namun, di antara semuanya, klaim paling kontroversial adalah tanaman dapat mendengar. Gagasan ini pernah dilontarkan pada abad 19. Sejak itu beberapa penelitian mengarah pada simpulan bahwa tanaman benar-benar merespons suara. Gagasan ini sempat membuat rancu lantaran muncul anggapan yang menyebutkan berbicara kepada tanaman dapat membantu mereka tumbuh.

Untuk membuktikan sejauh mana kebenaran teori itu, sebuah tim yang dipimpin Monica Gagliano di University of Western Australia melakukan penelitian pada tanaman cabai. Mereka menempatkan benih cabai (Capsicum annuum) ke dalam delapan cawan petri dan diatur melingkar di sekitar tanaman adas manis (Foeniculum vulgare). Adas manis dikenal sebagai tanaman yang melepaskan zat kimia ke tanah dan udara yang berfungsi menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.

Dalam beberapa perlakukan, para peneliti menutup adas manis dengan kotak, dengan maksud mencegah bahan kimia menyebar ke biji cabai. Pada perlakuan lain mereka menempatkan kotak tanpa berisi tanaman adas di dalamnya. Semua perlakukan dilakukan dalam satu ruangan tertutup dan kedap suara untuk meminimalisir potensi gangguan dari luar.

Hasil percobaan dapat ditebak. Biji cabai yang berdampingan dengan adas berkecambah lebih lambat dibanding saat tidak ada adas. Namun, yang mengejutkan adalah ketika adas diletakkan di ruangan tapi ditutup kotak. Benih cabai pada perlakukan ini menunjukkan pertumbuhan tercepat di antara perlakuan lainnya.

Untuk meyakinkan temuannya, Gagliano mengulangi percobaan menggunakan 2400 biji cabai di 15 kotak berbeda. Ternyata hasilnya semua sama, menunjukkan benih cabai merespons sinyal dari beberapa macam sumber. Gagliano percaya sinyal ini membuat benih cabai mengantisipasi datangnya bahan kimia yang memperlambat pertumbuhan mereka. "Kotak yang mengelilingi adas telah memblokir sinyal kimia, tapi absennya suara mungkin terlibat di sini," ujar dia.

Dalam sebuah percobaan terpisah, benih cabai yang ditanam di samping tanaman cabai yang tertutup kotak menunjukkan pertumbuhan berbeda dibanding benih cabai yang tumbuh sendiri. Gagliano mengatakan, hal ini menunjukkan adanya interaksi sinyal di antara keduanya.

Richard Karban dari University of California-Davis, Amerika Serikat, menyatakan penelitian Gagliano layak didalami meskipun masih pada tahap awal. Menurut dia, tanaman memiliki cara berkomunikasi yang hingga kini belum diketahui secara pasti.

"Pertanyaan kuncinya adalah apakah kotak di sekitar tanaman adas benar-benar memblokir semua sinyal yang dikenal benih cabai?" kata Susan Dudley dari McMaster University di Hamilton, Ontario, Kanada, ikut berkomentar soal penelitian Gagliano.

Susan mengklaim tanaman bisa membuat suara-suara samar ketika kolom air dalam batang mereka terganggu. Fungsi "pendengaran" ini dalam banyak cara hampir sama dengan indera peraba yang memang dimiliki tanaman. "Tetapi saya ingin melihat hasil penelitian ini direplikasi sebelum benar-benar yakin tanaman dapat mendengar," kata dia. Penelitian ini, kata Susan, menjadi tantangan bagi para ahli botani untuk menyangkal atau membenarkannya.


(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation