.

Ini Dia Sisi Negatif Pendidikan Indonesia

Rabu, Juni 06, 2012


Hasnul Suhaimi saat berkunjung ke Okezone.com. (Foto : Dok Okezone)
Jurnaldunia.com - Mahasiswa Indonesia rata-rata membutuhkan waktu empat tahun untuk menyelesaikan kuliah. Kemampuan akademik para lulusan perguruan tinggi bisa diukur. Tetapi bagaimana dengan soft skill mereka?
Presiden Direktur PT XL Axiata, Tbk. (XL) Hasnul Suhaimi bertutur, salah satu kekurangan lulusan perguruan tinggi Indonesia adalah karakter mereka. Pendidikan tinggi Tanah Air, kata Hasnul, hanya memerhatikan aspek akademis, dan luput pada pembangunan karakter.

Menurut Hasnul, mahasiswa dipaksa lulus empat tahun. Akibatnya mereka tidak sempat membangun karakter.

"Bagaimana mau jadi pemimpin jika memimpin rapat saja tidak bisa? Bagaimana mau jadi komunikator handal jika melakukan presentasi saja tidak bisa? Bagaimana mau berdiskusi jika mahasiswa tidak menguasai bahasa? Pendidikan karakter seperti ini seharusnya yang didapatkan mahasiswa ketika kuliah," kata Hasnul di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (6/6/2012).

Hasnul bertutur, tantangan lain dalam hal sumber daya manusia (SDM) Indonesia adalah budaya malu yang tidak baik. Generasi muda Indonesia, kata Hasnul,  tidak memiliki semangat kompetisi karena rendah hati.

"Padahal kerendahan hati inilah yang merusak diri," imbuhnya. 

Selain itu, ujar Hasnul, kampus dan institusi pendidikan lainnya tidak mengajarkan life skill kepada para peserta didik. Sejak sekolah dasar, institusi pendidikan hanya mengajarkan kemampuan akademik.

"Kita tidak dilatih untuk mampu berdiskusi. Dosen dan guru pun kebanyakan tidak terbuka pada pemikiran anak didiknya. Jadi ketika ada siswa bertanya, mereka kerap kali menganggap itu suatu 'ancaman', bahwa si murid berusaha mengetes si guru," ujarnya. 


Hasnul juga menyayangkan ketidakcocokan pada pengajaran bahasa Inggris di sekolah. Siswa tidak dilatih berbahasa Inggris untuk percakapan, sehingga kemampuan sosialisasi mereka dengan lingkungan dan budaya global kurang.

"Contohnya, ketika masuk kerja, seseorang kesulitan mengemukakan pendapat dan berdiskusi dengan rekan sejawatnya karena tidak menguasai bahasa Inggris," tuturnya.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation