Karena keterangan dari KPK, Neneng dari Malaysia masuk Batam pada malam hari. Diduga kuat Neneng menggunakan perahu kecil melalaui jalur ilegal. Karena pada malam hari kapal dari Malaysia ke Indonesia tidak boleh melintas. Begitu juga sebaliknya.
Benarkah ada jalur ilegal yang memuluskan orang keluar masuk tanpa dokumen antar ke dua negara serumpun ini?
Dullah, seorang mantan nakhoda speedboat, mengakui ada jalur-jalur yang biasa digunakan oleh warga untuk keluar dan masuk Indonesia-Malaysia. Dullah bahkan mengaku dia nakhoda kapal yang biasa mengangkut warga yang keluar masuk dua negara itu secara ilegal.
Kerja sebagai nakhoda speedboat tersebut sudah dilakoninya selama puluhan tahun. Namun karena beberapa tahun belakangan penjagaan sudah mulai ketat di perairan yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia, akhirnya ia memilih berhenti.
Sekarang warga Malaysia asal Riau, Indonesia itu, menetap di Malaysia dan berkeluarga.
Namun demikian, ia membenarkan masih ada jalur-jalur ilegal untuk masuk dan keluar dari Indonesia ke Malaysia. "Karena teman-teman saya dulu masih ada bawa speedboat," kata Dullah saat ditemui di Batam, Kamis 14 Juni 2012.
Namun Dullah mengatakan informasi tentang itu tidak akan dibeberkan meskipun itu sudah jadi rahasia umum. Tapi, Dullah mengatakan beberapa titik yang menjadi tempat lalu lintas bagi pendatang ilegal tersebut.
"Kalau ingin masuk ke Malaysia tanpa dokumen, dari Batam biasanya berangkat melalui Tanjung Singkuang menggunakan speedboat. Kalau tidak di Tanjung Singkuang berarti dari Batu Besar," katanya menceritakan.
Nah, setiba di Malaysia, penumpang akan diantar ke daratan. Setidaknya ada empat titik yang selalu jadi pilihan. "Yakni Kota Tinggi, Sungai Rengit, Pengerang, dan Tiram," ungkapnya.
Jalur ini juga sering digunakan oleh orang yang tak memiliki dokumen lengkap datang dari Malaysia ke Indonesia melalui Batam.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto sebelumnya menyebutkan bahwa pihaknya memperoleh informasi Neneng melakukan perjalanan dari Malaysia ke Batam pada Selasa malam. Kepastian Neneng akan ke Jakarta diketahui KPK pada Rabu 13 Juni Subuh. Informasi tersebut diterima dari tim KPK yang sudah ada di Malaysia, namun tim KPK di Malaysia tidak mengikuti Neneng ke Batam, tapi menginformasikan ke Jakarta.
Neneng tidak sendirian, perjalanannya ke Batam didampingi seorang perempuan, yang hingga saat ini masih didalami perannya, dan dua orang warga negara Malaysia.
Informasi yang dihimpun, Neneng menyeberang ke Batam menggunakan perahu kecil. Karena untuk perjalanan malam perahu besar tidak diizinkan merapat ke dermaga.
Informasi itu juga menyebut jalur yang digunakan Neneng sama dengan yang biasa digunakan tenaga kerja illegal. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengawasan imigrasi. Karena paspor Neneng saat ini sudah dicabut pihak Imigrasi.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar