"Seminggu lalu saya ke Papua dan bertemu mahasiswa asli Papua. Menurut mereka ada lima keanehan di sana soal penembakan di Papua," ujar pengamat sosial politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Daulay.
Hal itu dikatakan dalam acara talkshow bertema 'Papua Semakin Membara' yang digelar di DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2012).
Saleh mengatakan keanehan itu pertama adalah pada saat terjadi penembakan, masyarakat tidak mendengar suara senjata api. Sehingga masyarakat menduga senjata yang digunakan adalah senjata modern yang digunakan oleh orang-orang profesional.
"Kedua, aksi penembakan itu terjadi di ibu kota provinsi, di Jayapura bukan di gunung-gunung. Jadi rasanya agak sulit OPM datang ke sana, karena banyak aparat berjaga, itu sama saja bunuh diri," imbuhnya.
Ketiga, lanjut Saleh, korban penembakan rata-rata warga sipil biasa. Sehingga menurutnya tidak ada kaitan atau keinginan untuk merdeka atau bergabung dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Yang keempat, kejadian terjadi bisa malam hari jam 21.00 WIT ke atas. Jadi menurut mereka kenapa musti malam hari?" jelasnya.
Saleh menuturkan keanehan yang kelima adalah sampai saat ini menurutnya aparat kepolisian belum pernah mengungkap fakta yang terjadi di Jayapura. Padahal, menurutnya, banyak aparat TNI dan polisi yang bertugas di Papua.
"Kejadian-kejadian di Papua sangat merugikan kita karena jadi sorotan dunia. Kita menginginkan pemerintah melindungi masyarakat termasuk masyarakat Papua," tutupnya.
Sebelumnya Polri telah menangkap 3 orang pelaku penembakan di Jayapura dan telah menetapkan sebagai tersangka. Kamis (14/6) polisi menembak mati salah satu Koordinator Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni atau MT. Penembakan itu berimbas pada kerusuhan di Perumnas 3 Waena Jayapura.
Aksi penembakan terhadap sejumlah warga sipil, baik itu warga negara Indonesia dan warga negara asing, terjadi di wilayah Jayapura. Berikut rentetan aksi penembakan di Jayapura:
1. Selasa (29/5/2012), seorang WN Jerman, Dietman Pieper, ditembak saat bersantai di pondok wisata Port Numbay, Distrik Japut, Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura. Korban mengalami luka dan dirawat di RS di Singapura setelah sebelumnya dirawat di RSUD Jayapura
2. Senin (4/6/2012), seorang remaja bernama Gilbert Febrian Madika (16) menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di kawasan Skyline Jl Raya Jayapura-Abepura sekitar pukul 21.30 WIB.
3. Selasa (5/6/2012), sekelompok orang tidak dikenal melakukan penembakan terhadap 2 orang warga sipil, Iqbal Rival dan Hardi Javanto. Peristiwa tersebut terjadi di Jayapura, atau tepatnya Jl Raya Jayapura menuju Abepura.
4. Seorang anggota TNI, Pratu Frangki Kune (25) ditemukan terkapar bersama dua warga sipil yang ditembak orang tak dikenal (OTK) pada Selasa (5/6/2012). Ketiganya selamat dan saat ini tengah dirawat di RSUD Dok-2 Jayapura. Kejadian ini terjadi di Jl Raya Jayapura menuju Abepura.
5. Rabu (6/6/2012) sekitar pukul 21.10 WIT, di Jl Baru belakang Kantor Wali Kota Jayapura, terjadi penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal. Korban atas nama Arwan Apuan, yang bekerja sebagai PNS Hubdam XVII/Cendrawasih. Arwan mengalami luka tembak pada leher kiri tembus rahang kiri.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar