“Ini penting. Salah satu cara untuk menyusuri kehidupan masyarakat dan hubungannya dengan keberadaan situs megalitikum secara langsung maupun tidak langsung. Kami menemukan banyak penamaan yang kuat mendukung keberadaan situs megalit ini,” kata pakar geografi Universitas Indonesia, Taqyuddin
Ia mencontohkan nama Ciukir, Cikute, Kampung Empang, Campaka. Di Ciukir, tim menemukan berbagai serpihan berupa sisa prose dan alat yang diduga digunakan pada masanya untuk membentuk berbagai bebatuan yang sekarang dikenal sebagai Situs Megalit Gunung Padang. Lokasi ini berjarak sekitar satu kilometer dari situs.
Penamaan Cikute, yang berjarak sekitar 200 meter dari situs, menandakan adanya sebuah benteng. Kute sendiri secara sederhana berasal dari bahasa Jawa kuno ber arti benteng. Hamparan bebatuan yang sedang dibuka oleh para arkeolog di sisi Timur dengan jarak hampir 200 meter dari bangunan utama ternyata mendekati bibir sungai Cikute ini.
Kampung Empang, dari penelitian yang dikonfirmasi dengan legenda setempat, diduga menjadi tempat mencuci atau mencelup bebatuan dari Ciukir, sebelum disusun dan menjadi konstruksi situs Gunung Padang saat ini. Ini yang memperkuat adanya budaya maju saat itu.tersebut. Tim percaya nama-nama daerah itu merupakan rantai catatan yang menjadi bagian dari keberadaan situs.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar