"Parkir menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengendalian macet," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Kamis 14 Juni 2012.
Kendala utama yang dihadapi terkait dengan kemacetan adalah pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan. Peningkatan jumlah kendaraan mencapai 9,5 persen per tahun. Sedangkan ruas jalan hanya 0,01 persen per tahun. Akibatnya, rata-rata kecepatan kendaraan relatif rendah, sekitar 15-20 km per jam.
Penambahan jumlah kendaraan bermotor mencapai 2.150 per hari. Terdiri atas 550 kendaraan roda empat dan 1.600 kendaraan roda dua pada 2011.
Jumlah itu harus dibebani dengan 1,3 juta kendaraan yang masuk dari sekitar Jakarta setiap hari. Bila dibiarkan, pada 2014 dikhawatirkan Jakarta akan mengalami macet total.
"Itu artinya tinggal dua tahun lagi dan kita harus memecahkan persoalan macet bersama-sama," ujar Foke.
Terkait permasalahan itu, Pemprov DKI telah membangun gedung-gedung parkir dan kawasan parkir terpadu, sambil menyiapkan penetapan sistem tarif jalan atau electronic road pricing (ERP) pada kawasan 3 in 1 sebagai kawasan percontohan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi.
Menurut Fauzi Bowo, kawasan parkir yang dikelola swasta perlu dibangun lebih banyak. Meski harus disetujui DPRD terlebih dahulu. Bahkan, tarif tinggi dimungkinkan untuk diterapkan meski pada zona-zona tertentu.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar