.

Inilah Penyebab Indonesia Termasuk Negara Gagal

Kamis, Juni 21, 2012


Indonesia negara gagal karena karut marut pemerintah
Jurnaldunia.com - The Fund for Peace menyatakan Indonesia sebagai negara gagal. Indonesia berada di peringkat 63 dari 178 negara gagal tahun ini. Menurut Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo banyak faktor yang menyebabkan Indonesia masuk sebagai kategori negara gagal.

"Pertama tata kelola kenegaraan dan karut marutnya penyelenggara pemerintahan. Kedua kedaulatan yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pemegang amanah," ujar Tjahjo, Kamis (21/6).

Faktor berikutnya menurut Tjahjo adalah meningkatnya gelombang gejolak perasaan publik yang semakin tidak terkendali. Hal ini disebabkan tingginya korupsi birokrasi dan kejahatan yang meresahkan masyarakat.

"Ini menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Hal ini sebagai imbas kegamangan menuntaskan kasus skandal besar seperti Bank Century, mafia perpajakan, mafia suara KPU dan penegakan hukum yang masih tidak berkeadilan serta tebang pilih," terangnya.

Saat ini kecenderungan untuk menghadapkan aparat dengan rakyat juga terjadi di berbagai bidang. Faktor keamanan juga tidak menjamin ketertiban masyarakat.        

"Presiden dengan para menteri kabinetnya mengalami kesenjangan dan tidak sinkron dalam memahami arah kebijakan Presiden, sehingga menteri terkesan hanya memenuhi tugas formalnya saja. Setiap pengambilan keputusan politik pembangunan masih belum mengimplementasikan dari 4 pilar kebangsaan khususnya kemajemukan atau kebhinekaan," imbuhnya.

Indonesia menempati urutan ke-63 dalam Indeks Negara Gagal. Data ini edisi kedelapan dikeluarkan The Fund for Peace dari situs resmi mereka. Indeks Negara Gagal ini ditentukan lewat 12 indikator dan 100 subindikator, termasuk sosial, politik, ekonomi, dan hukum.

Setiap indikator bernilai 1-10 lewat analisa jutaan dokumen publik dan data kuantitatif lain. Seluruhnya dinilai oleh analis terbaik dunia. Semakin tinggi posisi dalam indeks itu, negara itu menuju kehancuran.

Peringkat pertama diraih Somalia. Situasi di sana memang seperti tanpa aturan. Pelanggaran hukum meluas, terorisme, pemerintah tidak efektif, pemberontakan, kejahatan, serangan bajak laut, dan perang saudara membuat negara ini menghitung waktu kehancurannya. Posisi terakhir ditempati Finlandia. Negara ini mempunyai pelayanan publik baik, penegakan hukum, serta ekonomi kuat.

Indonesia berada di urutan ke-63 dari 178 negara. Posisi ini turun satu peringati ketimbang indeks tahun lalu. Itu artinya keadaan Indonesia semakin buruk. Negara dinilai makin gagal.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Thailand (84), Vietnam (96), Malaysia (110), Brunei Darussalam (123), dan Singapura (157), Indonesia unggul dibanding Myanmar (21), Timor Leste (28), Kamboja (37), Laos (48), dan Filipina (56).

Penghormatan atas hak asasi manusia, kestabilan politik, dan penegakan supremasi hukum menjadi indikator paling kuat ketimbang kestabilan ekonomi dan sosial.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan

Hubungi Marketing Kami :
  • Email  : info@jurnaldunia.com
  • HP      : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation