Kalimat bernada kecaman dan protes tersebut keluar dari mulut Anna Hutsol. Wanita berusia 27 tahun ini adalah Pendiri sekaligus Pemimpin Organisasi Kebebasan untuk Wanita alias FEMEN. Organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2008 ini selalu memprotes keberadaan sebuah turnamen sepak bola berskala besar.
Mereka menganggap putaran final Euro 2012 di Polandia-Ukraina, akan mendatangkan banyak dunia prostitusi. Walhasil, nama baik yang sudah mulai melekat di dunia wanita Ukraina- Polandia, terancam rusak kembali.
"Sangat banyak permintaan terkait pekerjaan seks komersil itu menjelang Euro 2012. Kami tak ingin semuanya hancur hanya karena rentang tak sampai sebulan," tegas Anna.
Bersama 40 anggotanya, ia berjanji memimpin FEMEN untuk terus berunjuk rasa sepanjang perhelatan. Tidak hanya di Kiev dan Warsawa, aksi tersebut juga akan dilakukan di Paris, Istanbul sampai Praha.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar