Hal itu terjadi karena gerhana matahari dan bulan selalu datang berpasangan. Gerhana matahari selalu ditemani oleh gerhana bulan yang berlangsung dua pekan sebelum atau sesudahnya. Selisih waktu itu terjadi karena selama dua pekan tersebut bulan menempuh separuh perjalanannya mengelilingi bumi sehingga berpeluang kembali membentuk garis yang hampir lurus dengan bumi dan matahari.
Jika gerhana matahari adalah "pusatnya", entah total atau annular, gerhana bulan yang kemungkinan besar terjadi adalah ketika bulan hanya berinteraksi sebagian dengan bayangan bumi sehingga, setelah bayangannya menutupi matahari di atas Asia Timur dan barat Amerika Utara pada gerhana matahari cincin pada 20-21 Mei lalu, bulan purnama pada hari ini akan masuk ke dalam bayangan bumi di sebelah utara.
Wilayah yang sebelumnya menikmati pemandangan gerhana matahari pada dua pekan lalu kini akan kembali disuguhi fenomena gerhana bulan. Bila sebelumnya Anda tak dapat menyaksikan gerhana matahari, kali ini pun anda tak bisa melihat gerhana bulan.
Badan Antariksa Amerika Serikat mengatakan bahwa gerhana bulan parsial ini dapat terlihat di Amerika Selatan dan Utara, Australia, Asia Timur, dan seluruh kawasan Samudra Pasifik. "Penduduk di Amerika di sisi Atlantik memperoleh kesempatan istimewa karena gerhana terjadi pada saat bulan baru saja terbit di barat, waktu yang tepat bagi ilusi bulan," kata NASA dalam situsnya, "bulan yang baru terbit akan tampak luar biasa besar, padahal ukurannya sebenarnya sama saja."
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar