Skema tersebut diharapkan dapat menekan SMS yang tidak diinginkan (spam) dari penggunaan paket promo SMS gratis yang bertubi-tubi. Namun pasca penerapan skema interkoneksi baru ini, masih ada operator yang menggelar promo SMS gratis.
Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring mengembalikannya kepada operator.
"Ya, biarin aja. Mereka kan bisa ambil untung di voice dan internet. Mereka menggratiskan di SMS, ya silakan," ujarnya seusai membuka pameran alat-alat industri penyiaran dan telekomunikasi, Broadcast and Multimedia Show (BMS) 2012, 4 Juni 2012 di Balai Kartini, Jakarta.
Tifatul menilai biaya terminasi tidak otomatis membuat biaya SMS di pengguna menjadi naik.
Dia mengakui banyak orang yang belum memahami skema baru ini. Tapi, Tifatul yakin nantinya masyarakat akan mengerti skema terminasi.
Menkominfo kembali menegaskan bahwa biaya terminasi Rp23 itu merupakan biaya penggunaan jaringan untuk operator penerima SMS. Mengenai batas waktu skema ini akan efektif, dia menyerahkan kepada operator.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar