"Kalau niat mendirikan pesantren itu ada ya. Tetapi kalau mendirikan pesantren tentunya kami tidak mungkin jadi kyai, kami akan tetap jadi santrinya," ucap Ivan sambil tersenyum.
Namun, niat tersebut diserahkan sepenuhnya pada Yang Maha Kuasa. "Ya, jika Allah mengizinkan dan diberi kemudahan, kami akan mendirikan pesantren," tandasnya.
Perjalanan spiritual dengan menyambangi pesantren tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi tiap personel Slank. Bagi Bimbim, berkunjung ke sejumlah pesantren membuatnya merasa lebih nyaman, apalagi saat berada di samping orang berkopiah dan berbaju koko.
"Saya justru merasa nyaman dengan mereka. Stigma bahwa pesantren dekat dengan terorisme itu sepertinya juga tidak benar. Teroris kan hanya citra yang dibentuk akhir-akhir ini. Dan kelihatannya pembentukan citra tersebut nggak sukses," urai Bimbim.
Tak berbeda jauh dengan Bimbim, Kaka berpendapat bahwa pesantren tidak lekat dengan teroris dan anarkisme. "Saya tidak menemukan anarkisme dan terorisme di pesantren, " ucap Kaka.
Slank hingga kini masih melanjutkan roadshow-nya ke sejumlah pesantren. Sejak hari Senin , 25 Juni 2012, Slank sudah menyempatkan diri bertandang ke pondok pesantren Al-Muayad.
Sebelumnya Kaka dan kawan-kawan juga bertamu ke pondok pesantren Tegalrejo, Magelang dan pondok pesantren Tambak Beras, Jombang. Mereka rencananya akan melakukan perjalanan spiritual ini ke 25 kota. Menurut manager Slank, Bunda Iffet, perjalanan ini merupakan bagian dari konser perjalanan spiritual yang akan diabadikan dalam bentuk album. "Insya Allah kami akan menjadikan sebuah album, " kata Bunda Iffet.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar