"Saya mengimbau ke semua aktivis muslim, kalau mau pergi berjihad, ke luar negerilah," kata Umar Patek, Mei 2012. "Jangan berjihad di Indonesia."
Dalam tragedi Bom Bali I, lulusan kamp pelatihan militer Afganistan pada 1990-an ini ikut membantu perakitan bahan peledak seberat 50 kilogram. Akibat perbuatan dia dan kelompoknya, sebanyak 202 orang meninggal dan 209 lainnya terluka. Meski ratusan korban berjatuhan, Umar Patek menganggap teror itu gagal. Sebab banyak warga Bali yang notabene pemeluk Hindu ikut menjadi korban.
"Jangan-jangan ada orang bule beragama Islam. Wallaahi...," ujarnya.
Karena pemikiran itu, lelaki bernama lain Umar Arab itu mengaku salah dan meminta maaf ke korban bom. Dengan sikapnya itu, dia menyatakan tak takut dianggap berseberangan oleh anggota lain di kelompoknya. Alasan dia, kebanyakan anggota pada jaringannya adalah anak muda yang hanya mengaji lewat buku.
"Saya berani berdialog dengan mereka," katanya. "Saya ini tumbuh berdasarkan pengalaman dan praktek di tempat berjihad, bukan sekadar baca kitab."
Pada 21 Juni 2012, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara ke Umar Patek. Dia dianggap bersalah atas Bom Bali I.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar