"Aku membukanya. Membacanya. Lalu aku berpikir, "Ya Tuhan, itu uang yang banyak," kata Harriger pada Abeline Reporter News.
Awalnya Harriger merasa ini hanya sebuah lelucon. Dia bahkan mengambil gambar tagihan itu dan menunjukkan pada teman-temannya.
Setelah menghubungi perusahaan listriknya, Potentia Energy, dia menemukan bahwa rekening itu bukan lelucon, namun kesalahan komputer. Jika biasanya pelanggan hanya dikenakan sembilan sen per kilowatt/jam., kali ini perusahaan mengenakan USD 1.000 per kilowatt/jam.
"Untungnya aku tidak punya sistem pembayaran otomatis," kata Harriger pada Bussines Insider.
Menurut Yahoo! News perusahaan langganan Harriger telah mengetahui kesalahan yang terjadi dan akan mengirimkan tagihan yang benar pada Harriger. Sementara ini Harriger menyimpan uang senilai USD 150 untuk membayar tagihannya.
"Aku memperkirakan pengeluaranku," katanya pada Bussines Insider. "Aku adalah ibu tunggal dengan anak yang autis. Jadi untuk memenuhi kebutuhan, aku menyiapkan uang untuk membayar tagihan."
Namun, tentu bukan tagihan senilai Rp. 12,3 miliar.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar