Hal itu dibuktikan oleh Dr Elizabeth Devore dari Bringham and Woman's Hospital di Boston saat meneliti 15.000 pensiunan perawat berusia 70 tahun selama 6 tahun. Hasilnya, kemampuan kognitif pada partisipan yang tidurnya lebih dari 9 jam relatif paling cepat memburuk.
Partisipan dengan durasi tidur lebih lama dari yang dianjurkan yakni 7 jam memberikan skor yang buruk ketika harus memberikan sampel darahnya. Ada penurunan kadar protein tertentu yang mengindikasikan Alzheimer, sejenis gangguan fungsi kognitif yang mengarah ke pikun.
"Temuan ini menegaskan bahwa durasi tidur yang ekstrem dan perubahan durasi tidur yang terus menerus bisa mempercepat penurunan fungsi kognitif sehingga terjangkit Alzheimer lebih awal pada orang dewasa," kata Dr Devore seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (17/7/2012).
Penurunan fungsi kognitif sendiri pada umumnya tidak terhindarkan, bisa terjadi pada siapa saja sebagai bagian dari proses penuaan. Namun menurut penelitian ini, durasi tidur yang tidak normal bisa mempercepat proses alamiah yang membuat orang pikun tersebut.
Dalam penelitian tersebut, risiko pikun lebih cepat tidak hanya dialami oleh partisipan yang tidurnya kelamaan. Sebagian yang tidurnya terlalu sedikit, yakni kurang dari 5 jam juga menunjukkan hasil yang sama buruknya dengan partisipan yang tidurnya terlalu lama.
Namun dampak negatif akibat kurang tidur tidak terlalu menjadi perhatian. Tidak lain karena selama ini, berbagai penelitian cenderung memfokuskan pada dampak negatif dari kurang tidur dan sangat jarang membahas dampak negatif dari kebanyakan tidur.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar