"Memang betul bangunan Timor Leste yang sementara dalam proses pengerjaan itu adalah kantor imigrasi masuk ke wilayah Indonesia sejauh 20 meter," kata Ferdinand, Rabu (25/7/2012).
"Itu hanya karena kurang pengertian dari saudara kita dari Timor Leste yang membangun secara sepihak. Tetapi mereka sudah diberi pengertian oleh pak camat, polsek dan TNI, sehingga akhirnya sekarang mereka telah menghentikan pekerjaan itu," lanjutnya.
Menurut Ferdinand, pihak Pemerintah Timor Leste selama ini menganggap tanah itu adalah wilayah mereka. Sementara Indonesia juga mengklaim tanah itu miliknya. Namun sekarang, kata Ferdinand, sudah ada kesepakatan antara RI-Timor Leste.
Selain memantau bangunan pemerintah Timor Leste, Ferdinand juga melihat lebih dekat lokasi perbatasan, sekaligus menengok anggotanya. Sebab, dirinya baru beberapa bulan menjabat sebagai Danrem.
"Saya ingin melihat secara fisik di lapangan bagaimana kondisi anak buah sehingga nantinya saya olah cara bertindak agar jangan keluar jalur," jelas Ferdinand.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar