Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana mengatakan, kedelai adalah salah satu sumber protein utama pola pangan masyarakat Indonesia, untuk itu perlu penanganan cepat untuk mengatasi tingginya harga kedelai dan langkanya produk tempe-tahu di masyarakat.
"Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mempunyai solusi jangka pendek dan jangka panjang," kata Achmad di diskusi Polemik SindoRadio, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Untuk jangka pendek, pemerintah menurunkan bea masuk dari sebelumnya 5% menjadi 0% untuk kurun waktu hingga Desember 2012.
"Tujuannya akan harga kedelai impor bisa diturunkan," kata Achamd.
Selain itu solusi jangka pendeknya, pemerintah akan mendorong koperasi petani agar bisa melakukan impor kedelai langsung.
"Pemerintah akan mendorong dan membantu koperasi petani agar bisa impor langsung kedelai, walau ini tidak mudah, tapi jika impor langsung petani bisa menghindari kartel," ujarnya.
Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah akan berupaya meningkatkan luas lahan kedelai serta meningkatkan kualitas dan pasokan bibit unggul khususnya bibit kedelai dari Grobokan dimana produksinya dapat mencapai 3-4 ton per hektar.
"Kementerian Pertanian juga akan meningkatkan para penyuluh agar dapat memberikan pembimbingan kepada petani," ucapnya.
Sementara masalah lahan kedelai, sebenarnya untuk mencapai target swasemada kedelai 2014 diperlukan paling tidak 500.000 hektar.
"Namun karena jaraknya saat ini sudah lumayan jauh, untuk mencapai swasembada kedelai nampaknya harus dilakukan dengan sangat kerja keras," tandasnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar