"Di dalamnya ada 3 botol parfum, bolpoin, rangkaian elektronik, kabel, dan timer," kata Maryono saat memberi keterangan di Mako Brimob, Baciro, Yogyakarta, Selasa (17/7/2012).
Maryono mengaku benda tersebut memang mirip bom. Sebab itu, pada saat ditemukan dan diledakkan, benda itu diperlakukan layaknya bom. Namun sejatinya benda tersebut hanya replika.
"Tidak ada bahan peledaknya sama sekali. Sekali lagi, itu bukan bom," jelasnya.
Maryono menambahkan, benda tersebut meledak saat diurai, bukan karena mengandung bahan peledak. Ledakan berasal dari bahan pengurai yang digunakan polisi.
Perampok meninggalkan benda mirip bom di kantor kas BRI RSUP dr Sardjito, Senin (16/7/2012) pagi. Polisi menyebut benda itu 80 persen bom, karena melihat adanya rangkaian elektronik, kabel, dan timer. Demi alasan keamanan, polisi meledakkannya di lokasi. Setelah diteliti di Brimob, ternyata benda tersebut hanya replika bom.
"Kami hanya meneliti benda tersebut. Soal dugaan pelaku dan pengusutan kasus tersebut, kami tidak berwenang menyampaikannya," tutup Maryono.
Dari Jakarta, Kapolri juga menyebut benda itu hanya mirip bom saja. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar juga menegaskan benda itu bukan bom, sengaja digunakan untuk menakut-nakuti korban.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar