Aksi mogok massal perajin tahu-tempe ini diketahui dari sebuah selembaran pemberitahuan nomor 29/org/VII/12 yang bersifat segera. "Berdasarkan hasil rapat pengurus dalam menyikapi kenaikan harga kedelai, maka untuk wilayah Jabodetabek, para perajin diharuskan berhenti produksi sementara," ujar Ketua Puskopti DKI Jakarta, Suharto,Rabu, 25 Juli 2012.
Suharto meminta agar semua memantau dan mengawasi para perajin tahu-tempe di masing-masing wilayah. Dalam aksinya kali ini, para perajin menuntut agar pemerintah menghapus bea masuk kacang kedelai menjadi 0 persen. "Meskipun tak akan mampu menurunkan harga bahan dasar tersebut, perdagangan kedelai merupakan jalur bebas yang dikendalikan oleh pasar internasional," katanya.
Setelah pelaksanaan demo mogok produksi, perajin akan menaikkan harga tempe dari sebelumnya Rp 3.000 naik menjadi Rp 4.000. Sedangkan harga jual tempe dari sebelumnya Rp 6.000 naik menjadi Rp 8.000. Untuk perubahan harga jual tahu tersebut, akan dilampirkan surat secara khusus oleh pengurus Hipertindo.
"Ini untuk menjalin kebersamaan para perajin tempe dan tahu yang senasib sepenanggungan dalam menghadapi kenaikan harga kedelai setiap harinya," kata Suharto.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar