Wali Kota Surakarta ini memberi masukan supaya komisi pemilihan melakukan sosialisasi dan memajukan hari pemungutan suara.
Menurut Jokowi -sapaan Joko Widodo, sosialisasi jelas dibutuhkan agar warga yang memilih golput menyadari bahwa sikap mereka tidak membawa perubahan bagi Jakarta. "Harus ada sosialisasi pentingnya pilkada karena ini menentukan DKI 5 tahun ke depan. Golput harus sadar mereka merugi," kata Jokowi di Jakarta, Sabtu, 21 Juli 2012.
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama ini juga mengusulkan agar hari pencoblosan dimajukan sehari pada Rabu, 19 September 2012. Sementara KPU DKI Jakarta menetapkan hari pencoblosan jatuh pada Kamis, 20 September 2012.
Jokowi beralasa, hari Kamis merupakan hari yang mepet dengan Jumat dan biasanya digunakan untuk berakhir pekan. "Bisa hilang semuanya," katanya.
Pada kesempatan itu, Jokowi menyatakan tidak memiliki strategi khusus untuk menarik suara para golput. Namun dia menyiratkan sudah memetakan titik-titik yang menjadi basis warga Jakarta yang memilih golput. "Dari kemarin kita ini kalau kampanye ilmiah, datang ke suatu tempat itu sudah ada survei terlebih dahulu," katanya sambil tertawa.
Berdasarkan data KPU DKI Jakarta, Jakarta Timur dan Jakarta Utara menjadi wilayah dengan tingkat golput yang tinggi. Hasil rekapitulasi di Jakarta Timur menunjukkan 718.225 warga dari 1.996.745 tidak menggunakan hak pilih. Di Jakarta Utara, ada 461.518 orang dari 1.162.153 pemilih yang tidak mencoblos.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar