Dalam sebuah studi baru, para peneliti menemukan bahwa semakin banyak gadis muda yang berhubungan seks sebelum usia 16 tahun. Dari itu semua, ada alasan di balik tren yang mengkhawatirkan ini, seperti dilansir Mid Day.
Orangtua yang bossy
Menjaga dan menutup mata pada anak remaja Anda pada setiap gerak-geriknya akan benar-benar mendorong dia untuk berhubungan seks yang lebih, menurut sebuah studi baru. Hal ini dikarenakan kaitan antara orangtua yang kaku dan aktivitas seksual meningkat pada remaja yang lebih tua.
Sementara itu, belum dikonfirmasi jika orangtua yang bossy menjadi penyebab anak-anak untuk berhubungan seksual. Ribka Levine Coley, penulis studi tersebut, mengatakan bahwa tindakan yang bijaksana untuk memberikan anak-anak kebebasan lebih baik dibandingkan harus mengekangnya. Kekangan akan berdampak pada mereka untuk melakukan hal yang dilarang tersebut.
Konsumsi alkohol
Kebiasaan minum pada remaja membuat mereka menikmati seks di luar keinginan mereka, sehingga menyebabkan epidemi seks berisiko dan dokter telah memperingatkan hal tersebut. Banyak remaja mengakui berhubungan seksual di saat mereka sedang mabuk. Ini juga menyatakan bahwa minum beralkohol dan seks menjadi penyebab kehamilan remaja dan infeksi seksual.
Semuanya ada di literatur
Membaca buku merupakan kebiasaan yang baik, tapi sebuah studi baru menemukan bahwa buku remaja populer sekarang ini terdapat seksualitas di dalamnya tanpa disadari. Ini berarti bahwa membaca bukan selalu menjadi aktivitas yang sehat, seperti orangtua harapkan. Karena itu, alangkah baiknya jika Anda memberitahukan anak Anda untuk dapat membaca buku yang pantas dengan umurnya.
Remaja pecinta sesama jenis meningkat
Sebuah studi menemukan bahwa gadis remaja sekarang ini lebih terlibat secara kontak seksual dengan gadis seusia mereka. Menurut data statistik, 11 persen dari gadis yang berusia 17 tahun telah melakukan kontak seksual dengan gadis lainnya, dibandingkan dengan lima persen pada 2002 silam.
“Sexting adalah normal” untuk anak perempuan usia 14 tahun
Sebuah studi baru menjelaskan bagaimana peningkatan jumlah perempuan di awal remaja mereka yang beralih ke sexting dan pengiriman foto sensual untuk pacar mereka. Jon Brown, kepala program inti seks NSPCC, telah menegaskan bahwa sexting terus meningkat dan itu merupakan perilaku menyimpang yang tidak diketahui orangtua.
"Kami telah menemukan banyak bukti dari gadis usia 12 hingga 13 tahun mengirimkan foto sensual mereka untuk pacarnya," ungkapnya.
Masalah berat badan
Sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa berat badan gadis remaja atau persepsi berat badan mereka mungkin memainkan peran dalam partisipasi mereka dalam perilaku seksual berisiko. Tim peneliti dari Universitas Pittsburgh menunjukkan bahwa gadis yang aktif secara seksual dan secara bersamaan memiliki kelebihan berat badan, memungkinkan untuk menggunakan kondom dibandingkan dengan gadis yang memiliki berat badan normal dan aktif secara seksual juga. Selain itu, gadis yang memiliki tubuh kurus juga kurang mungkin untuk menggunakan kondom.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar