Tak ketinggalan, para penggemar lengkap dengan poster turut meramaikan suasana. Mereka adalah warga Jember yang tengah menanti kedatangan pujaannya, pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty.
Kedatangan Anang-Ashanty disambut dengan istimewa. Bupati Jember MZA Djalal, dan istri Sri Wahyuni beserta pejabat lainnya rela menanti selama 30 menit untuk menyambut dan mengucap salam kepada Anang-Ashanty. Dengan kompak, mereka mengenakan kaos warna merah bertuliskan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
Namun, kedatangan mereka turut disertai aksi penolakan. Masyarakat Jember dibuat galau dengan munculnya isu acara 'Bupati Ngunduh Mantu' diduga menggunakan dana APBD senilai ratusan juta rupiah. BBJ digelar menyedot dana total Rp 6,5 miliar.
Menurut tokoh muda masyarakat Jember, Ayub Junaedi, pernikahan itu merupakan hak mereka ingin dilaksanakan di Jember atau di mana pun.
"Dibuat gebyar atau mewah, silakan. Tapi begitu memakai fasilitas pemerintah seperti pendopo, apakah Pemkab bisa melakukan hal yang sama terhadap warga Jember lainnya selain Anang?," timpal Ayub Junaedi.
Politisi PKB yang juga Ketua Komisi D DPRD Jember itu menyayangkan, dalam kondisi saat ini, di mana warga miskin Jember kehabisan dana Jamkesda dan harus membiayai kesehatannya sendiri, justru berlangsung pesta pora.
"Apalagi soal kepekaan masyarakat, satu sisi ada warga miskin masih kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dari Pemkab, namun ternyata justru digelar pesta bermewah-mewahan di tengah kota dan memakai pendopo. Itu namanya tidak memiliki tenggang rasa," imbuhnya.
Lebih lanjut Ayub mengungkapkan, kalau melihat undangannya, acara ngunduh mantu bupati digelar di Pendopo Wahyawibawagraha dan Alun-alun Jember.
"Kalau suatu saat nanti ada warga Jember akan memakai pendopo, kan tidak mungkin. Apa konstribusi Anang terhadap Jember, itu pertanyaan besar," ungkapnya.
Mengenai acara ngunduh mantu itu, pihak Pemkab membantah menggunakan dana APBD. Namun soal lokasi dan tempat pendopo, diduga menggunakan dana APBD.
"Misalkan listriknya, makanannya, pakaian penyambutannya. Apalagi juga ada pelayanan masyarakat yang sempat terganggu gara-gara pejabat publik pada siang harinya harus menyambut Anang di stasiun," sesalnya.
Keinginan Bupati MZA Djalal untuk menggelar acara 'ngunduh mantu' untuk Anang Hermansyah dan Ashanty turut menuai protes dari masyarakat. Pasalnya, ngunduh mantu dalam rangkaian Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) itu diperkirakan menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
Bahkan, protes masyarakat diwujudkan dalam demonstrasi di Jalan Gajah Mada. Seperti digambarkan warga pendemo, mereka menggunakan topeng tiruan berwajah Anang, Ashanty, dan MZA Djalal. Mereka juga menggambarkan ketika pasangan artis Ibu Kota itu menggalang dana dari masyarakat lewat 'saweran' yang menggunakan kotak kardus.
Salah seorang warga, Elly, dia sangat senang dengan kehadiran Anang ke kota kelahirannya di Jember. "Tapi kalau acara yang mewah itu menggunakan dana APBD, saya sangat tidak setuju," tuturnya.
Ibu rumah tangga itu lebih senang jika Anang-Ashanty berterus terang dana yang digunakan dari kantong pribadi. Acara bertajuk "Artis Pulang Kampung, Bupati Ngunduh Mantu" dalam rangkaian Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) itu diperkirakan menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Anggaran total acara BBJ dari APBD 2012 itu sendiri mencapai Rp6,5 miliaran.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar