
Di wilayah Arizona dan California, suhu tertinggi tercatat mencapai 43 hingga 46 derajat celcius. Sejumlah warga, terutama lanjut usia, tak mampu menyesuaikan diri dengan suhu tersebut dan akhirnya meninggal.
Itukah wilayah dengan suhu terpanas di muka bumi ini? Tentu saja bukan, masih banyak temnpat-tempat dengan suhu udara yang amat panas.
CNN mengumpulkan data dan menunjukan bahwa ada tempat lain di planet ini yang memiliki suhu lebih panas. Kuwait City misalnya, di bulan Juli, suhu rata-rata mencapai 47 derajat celcius. Atau di Timbuktu, Mali, yang bersuhu rata-rata 42 derajat celcius, bahkan di bulan Mei sempat tercatat mencapai 54 derajat celcius.
Suhu tertinggi yang pernah tercatat di planet ini terjadi pada 1922, ketika termometer di El Azizia, Libya, menunjukkan angka 57 derajat celcius. Angka itu masih diperdebatkan dan jika itu ternyata salah, maka suhu tertinggi di muka bumi ini pernah terjadi di Death Valley, Caifornia yang mencapai 56 derajat celsius. Tidak heran tempat ini dinamakan “Lembah Kematian”.
Namun demikian, menurut ilmuwan dari University of Montana, AS, masih ada tempat yang lebih panas lagi. Yakni, di tempat-tempat di mana tidak ada pengukur suhu. Misalnya di Gurun Sahara, Gobi, Sonoran, dan Lut.
Berdasarkan pantauan satelit cuaca NASA, tempat paling panas adalah di Gurun Lut di Iran. Selama lima hingga tujuh tahun, gurun ini pernah tercatat mengalami udara paling panas dan puncaknya terjadi pada 2005 ketika suhu udara mencapai 67 derajat celcius.
Data lain juga pernah mencatat di Queensland, Australia (68 derajat celcius pada 2003) dan di Basin Turpan, China (66 derajat celcius pada 2008).

0 komentar:
Posting Komentar