Diberitakan al-Arabiya, Minggu 29 Juli 2012, polisi moral yang terdiri dari wanita-wanita berhijab hitam terlihat berkeliaran di jalan-jalan Iran di bulan Ramadan. Ketika mendapati wanita berjilbab tertutup, mereka menghampirinya dan memberikan hadiah, berupa sekuntum mawar merah.
Program ini adalah salah satu upaya Iran menerapkan syariah Islam di bulan Ramadan. Menurut Kepala Polisi Iran Ismael Ahmadi Moqadam, Iran tengah memperketat peraturan bagi wanita-wanita yang dianggap berpakaian tidak Islami.
Untuk menerapkan hal ini, polisi dibantu oleh orang-orang yang dinilai soleh dan para ulama yang tergabung dalam polisi moral. "Iran tidak akan membiarkan virus Barat menyebar dari wanita yang tidak memakai jilbab dengan benar," kata Moqadam.
Polisi dan polisi moral yang berjumlah 70.000 orang berkeliling menggunakan motor, van dan berjalan kaki di jalan-jalan kota dan pusat perbelanjaan untuk memonitor pemakaian jilbab. Memberikan mawar adalah cara Iran memperhalus imbauan berjilbab bagi warga.
Wanita yang dianggap tidak berjilbab dengan benar atau berpakaian vulgar akan diberikan peringatan. Jika peringatan tidak dihiraukan, maka polisi akan memberikan denda atau hukuman tahanan di pos polisi. Tidak hanya wanita, pria di Iran juga akan menerima teguran dan sanksi jika berpotongan rambut tidak Islami alias kebarat-baratan.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar