Penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar majikan dan agen pencari pekerjaan banyak menggunakan laman Facebook sebagai salah satu alasan untuk menyingkirkan kandidat yang dianggap tidak sesuai.
"Banyak majikan yang mengawasi kegiatan karyawannya menggunakan laman Facebook. Mereka juga menggunakan Facebook sebagai alat penyaring untuk mencari kandidat yang potensial," ujar pemimpin penelitian tersebut, Vanessa de la Llama, dari Universitas Internasionall Florida, di Miami Utara, AS.
Kurangnya aturan yang menjadi dasar dalam penilaian ini, membuat banyak firma dengan mudah menggunakan penilaian tersendiri, hanya berdasarkan seburuk apa foto profil pada laman Facebook seseorang.
"Ini menjadi tren baru, namun belum ada standarisasi yang diluncurkan, sehingga majikan seringkali menilai pelamar pekerjaan dengan cara yang subjektif," ujar Llama.
Para peneliti tersebut mengatakan bahwa mereka masih mempertanyakan etika seorang majikan yang menapis kandidat karyawan berdasarkan laman Facebook atau media sosial lainnya. "Tentu saja, ini memungkinkan karena aktivitas pada laman Facebook seseorang dapat diterima sebagai jendela untuk melihat kepribadian orang tersebut," kata Llama.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar