"Ketika seseorang berpuasa, maka di dalam lambung akan terjadi pengosongan setelah enam hingga delapan jam sehabis makan sahur. Saat lambung sudah kosong, tubuh memerlukan tenaga dari kalori," jelas Dr. Ari Fachrial Syam, dokter spesialis lambung, , Minggu (22/7/2012).
Saat masih dalam keadaan berpuasa, lanjut Dokter Ari, tubuh akan secara alami terus menerus meraih energi dengan mengasupnya dari cadangan-cadangan kalori yang tersimpan dalam tubuh.
"Oleh karenanya, saat masuk berbuka puasa. Diajurkan untuk mendahulukannya dengan asupan manis. Karena makanan atau minuman manis merupakan sumber kalori yang dapat diproses langsung menjadi energi," paparnya.
Kendati demikian, Dokter Ari menganjurkan untuk mengonsumsi asupan manis dari gula yang kompleks (gula alami, bukan gula buatan seperti gula pasir). Terkhusus untuk diabetesi yang menjalankan puasa.
"Lebih baik konsumsi manis dari gula yang kompleks. Bukan gula dari gula pasir. Tetapi dari buah-buahan, kurma, madu atau gula aren. Apalagi untuk para diabetesi yang berpuasa. Boleh minum teh manis, tapi manisnya dari gula alami, bukan yang buatan, boleh dari madu misalnya. Atau diawali dengan minum air putih sebanyak 2 hingga 3 gelas sebelum solat magrib disertai makan kurma sebanyak 5 hingga 6 butir," tandasnya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar